Contoh Laporan Kerja Bangku SMK Teknik Mesin 2017

Kumpulan laporan kerja bangku smk teknik mesin terbaru, Sampul laporan kerja bangku perguruan tinggi, makalah kerja bangku smk teknik mesin, 
laporan kerja bangku.docx



LAPORAN  KERJA BANGKU
















LOGO SEKOLAH


















NAMA           :
NO                  :
KELAS          :












Sekolah kalian
TAHUN PELAJARAN 2015/2016


KATA PENGANTAR


Bismillahirrohmanirrahim
            Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat allah SWT. Kerana atas berkat rahmat dan karunia-nya saya dapat menyusun laporan mengenai “ KERJA BANGKU” ,yang merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Fabrikasi logam. Dilaporkan ini berisi tentang cara kerja bangku.
            Dalam pembuatan laporan ini saya banyak mendapat kendala dan hambatan. Tapi atas bantuan dari berbagai pihak akhirya saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat waktu. Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu sehingga saya dapat meyelesaikan laporan ini.
Saya meyadari bahwa laporan yang saya buat ini masih terbatas atas ilmu dan pengalaman yang kami miliki. Besar harapan saya, agar pembaca dapat memberikan saran serta kritik yang membangun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan pembaca pada umumnya.



Kec, 05 Januari 2016


                                                                                                                         Penulis
          

































A.    Latar Belakang

            Praktik membubut dan mengefrais merupakan usaha sadar membekali individu dengan pengetahuan dan kemampuan untuk menghasilkan skil siswa yang sesuai standar untuk bekerja di industri. Oleh karena itu, sudah semestinya dalam proses praktek membubut dan mengefrais harus tercemin adanya pengarah pada pemenuhan kebutuhan untuk menjawab dan meyesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam praktek membubut dan mengefrais.
            Melalui mata Pelajaran teknik permesinan berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terutama dalam menghadapi industrialisasi sehingga tidak kalah bersaing dengan bangsa-bangsa dan Negara-negara lainnya.
            Untuk mencapai maksud tersebut mata Pelajaran Teknik Permesinan diberikan kepada siswa sejak mereka memasuki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, tidak semua siswa meyukai mata pelajaran teknik permesinan bahkan kurang memiliki minat, dan kebanyakan menganggap sulit. Sulitnya siswa pada mata pelajaran ini ditunjukan dengan rendahnya hasil akhir pengerjaan membubut dan mengefrais.
            Kunci keberhasilan siswa dalam Pelajaran Teknik Permesinan yaitu pada kemempuan memehami metode-metode membubut dan mengefrais secara baik, yaitu petunjuk, proses, pemakaian,dan hasil.
            Kegagalan siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain terlalu banyak mata pelajaran yang harus diikuti, pengetahuan siswa yang kurang, guru yang kurang menguasai materi, atau juga karena kemampuan nalar siswa yang kurang, meyebabkan siswa kurang tertarik pada mata Pelajaran Teknik Permesinan.

B.     Ruang Lingkup

·         Membubut dan Frais

C.    TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Dengan mengadakan praktek kerja bangku di Work Shop tempat penulis menjadi siswa, penulis bertujuan untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang kesulitan yang banyak dihadapi oleh siswa dalam menguasai tentang praktek kerja bangku.
Hasil laporan ini diharapkan dapat digunakan oleh para guru fabrikasi logam untuk bahan perbandingan dalam meningkatkan dalam kegiatan mengajarnya. Laporan ini dapat dikembangkan secara berkesinambungan untuk semua praktek kerja bangku lainnya, dengan demikian diharapkan prestasi belajar siswa lebih dapat ditingkatkan.

2.      Tujuan Khusus
·         Siswa mampu melaksanakan penyambungan dalam kerja bangku.
·         Siswa ahli dalam kerja bangku yang akan memudahkan dalam praktek.
·         Siswa dapat menggunakan kikir, karena sebagai dasar untuk keahlian kerja bangku  selanjutnya.
·         Siswa dapat mengoreksi kesalahan yang terjadi pada saat praktek kerja bangku.







D.    ALAT

1.Alat Utama
1. Bor duduk.
2.  Kikir.
3.  Gergaji.
4.  Ragum.


2.Alat Tambahan
      1. jangka sorong.
2. Palu besi.
3. Mata bor.
4. Penggaris siku.
5. Vernier caliper
6. Air pendingin mata bor
3.Alat Keselamatan Kerja
            1. Kacamata pengaman.
            2. Pakaian kerja.
            3. Kaos tangan.
            4. Sepatu yang rapat kulit.
            5. Masker.
            6. Penggores
            7. Penitik.
            8. Sarung tangan



E.     BAHAN
Dalam kerja bangku jenis bahan, yaitu : Baja ST 37 dengan ukuran lebar 20mm, tebal 20mm, dan panjang 150mm

F.     LANDASAN TEORI
Landasan teori yang saya pacu adalah Buku Panduan fabrikasi Logam yang didalamnya sudah mencangkup semua pekerjaan tentang pengerjaan fabrikasi Logam.
-                   Kerja bangku adalah pekerjaan
dasar dalam kegiatan perbengkelan dimana kita hanya menggunakan alat-alat biasa
tanpa menggunakan mesin. Adapun macam-macam alat yang sering digunakan dalam
kerja bangku adalah :

1)   Ragum 
         Seluruh bengkel kerja bangku selalu dilengkapi dengan peralatan ini, karena hampir semua benda yang dikerjakan bengkel ini seluruhnya dijepit dengan peralatan ini.jadi dapat dikatakan ragum adalah alat yang sangat penting pada bengkel kerja bangku.ragum beerfungsi untuk menjepit benda kerja secara kuat daan benar artinya penjepitan oleh ragum tidak boleh merusak permukaan benda kerja.dengaan demikian ragum harus lebih kuat dari benda kerja yang dijepitnya untuk itu ragum-ragum harus dibuat dari bahan yang kuat seperti baja tuang atau besi tuang.
2)   Kikir
          Peralatan utama dalam bengkel kerja bangku ialah kikir, karena hampir semua pekerjaan paada bengkel kerja bangku dikerjakan dengan menggunakankikir. 
Jenis-jenis kikir ditinjau dari jenis gigi pemotongnya :


Kikir bergigi potong tunggal, digunakan untuk pemotong benda kerja secara
halus. Artinya pemotongan tidak dapat dilaksanakan secara cepat, tetapi hasil pengikiran pada permukaan benda kerja menjadi lebih halus.
b) Kikir bergigi kembar/dua, dapat melakukan pemotongan secara cepat, tetapi hasil pengikrannya kasar. 
Jenis-jenis kikir ditinjau dari sifat kekasaran gigi :
a) Kikir sangan kasar : digunakan untuk pemotongan secara cepat, sehingga ia digunakan untuk pemotongan pendahulan. Hasil pengikiran kasar, tidak halus.
b) Kikir kasar : digunakan untuk pemotongan awal, tanpa memperhitungkan kehalusan permukaan benda kerja.
c)  Kikir sedang (setengah kasar) : digunakan untuk menghaluskan permukaan setelah dikikir sangat kasar sebelum dikerjakan dengan menggunakan kikir halus.
d) Kikir halus : digunakan untuk pengikiran pada pekerjaan akhir/finishing, dimana kehalusan permukaan benda kerja sangat diperlukan.
e) Kikir sangat halus : digunakan untuk pekerjaan finishing terutama untuk benda kerja dengan ketelitian yang tinggi. 
3)     Sikat kikir
     Cara melakukan pembersihan kikir dengan menggunakan sikat kikir adalah menyikat gigi-gigi kikir searah dengan alurnya, dan pembersihannya dengan satu arah.
4)     Siku-siku baja
          Siku-siku baja dapat diklasifiklasifikasikan menjadi dua menurut cara pembuatannya, yaitu:
a) Siku-siku baja dikeling mati siku model ini biasanya digunakan untuk mengukur kesikuan suatu benda kerja dan sebagai alat bantu untuk pembuatan garis-garis sejajar.
b) Siku-siku baja dengan bilah baja (daun sikunya) dapat digeser-geser  siku model ini digunakan untuk pekerjaan melukis dan menandai.
5 Penggarisbaja
          Penggaris baja atau mistar baja adalah alat untuk digunakan mengukur panjang dan tinggi atau lebar alur dan mengukur tembus dari pada benda kerja, juga dapat digunakan untuk mengukur diameter jika digunakan bersama-sama dengan jangka bengkok, mistar biasanya mempunyai skala dalam milimeter dan skala dalam inci.         
6)  Verniercaliper(segmat)
        Vernier caliver atau jangka sorongadalah alat ukur presisi,sehingga ia dapat digunakan untuk mengukurbenda kerja yang secara presisi atau benda kerja dengan tingkat kepresisian 1/100 milimeter  ketelitian dari alat ukur ini biasanya 5/100 milimeter.

Alat-alat Gambar Pada Benda Kerja
Alat-alat gambar untuk keperluan menggambar benda kerja tersebut, dapat digolongkan sebagai berikut:
-      Alat penggores, seperti penggores, balok gores, dan bisa juga digunakan pegukur tinggi.
-      Penitik pusat dan penitik penggaris
-      Jangka tusuk, jangka tongkat, dan jangka hati.
-      Penggores
Penggores adalah suatu alat penggambar yang dibuat dari baja perkakas yang berbentuk selindris dan ujungnya diruncingkan. Dengan penggores dapt digambar garis-garis dipermukaan atas benda kerja. Sedangkan untuk menggambar garis-garis pada permukaan sisi atau samping benda kerja dapat digunakan balok gores atau pengukur tinggi.
Balok gores adalah alat berupa penggores yang dipasang pada standar atau balok dan dapat di geser naik-turun. Untuk mengganbar garis lurs dengan penggores diperlukan mistar baja sebagai alat bantu. Pada saat menarik garis, posisi penggores dimiringkan keluar dengan sudut kurang dari 90° dan dibuat sekali tarik, jangan melakukan goresan dobel.
Jika menggunakan penggoresan dengan balok gores maupun pengukur tinggi, ujung goresnya ditempelkan sedikit menekan sisi samping benda kerja. Kemudian blok standar penggores digeser sesuai dengan panjang garis yang diinginkan.
-      Penitik
Agar garis yang telah digoreskan pada permukaan benda kerja tidak mudah terhapus selama benda kerja tersebut dikerjakan, maka perlu digunakan penitik penggaris untuk memperjelas garis batasnya. Penitik garis dibuat dari baja perkakas yang berbentuk batang silindris dan salah satunya diruncingkan 60°. 
Cara menggunakan penitik garis, ujung penitik ditimpakan pada garis yang telah dibuat kemudian dipuku-pukul ringan dengan palu dan berpindah-pindah sepanjang garis dengan jarak sedikit rapat. Untuk menandai titik senter digunakan penitik pusat. Titik senter tersebut jika akan membuat lubang dengan dibor. Penitik pusat ini mempunyai bentuk mirip dengan penitik garis hanya pada ujung runcing penitik pusat bersudut 90°. sudut lebar ini (90°) agar pada waktu mengebor pada titik ini menjadi tepat, karena ujung mata bor tidak lari/keluar dari titik tersebut.
Cara menggunakan penitik pusat, ujung penitik harus tepat pada titik yang ditentukan. Posisi penitik pusat dipegang miring terlebih dahulu setelah mata penitik pusat tepat mengenai titik yang ditentukan, posisi penitik diberdirikan tegak lurus kemudian dipukul dengan palu.


-      Jangka tusuk
Pada dasarnya ada tiga macam jangka yaitu: jangka tusuk, jangka tongkat, dan jangka hati.
Cara mengikir sudut dan alur 
Untuk pengikiran sudut diperlukan pengerjaan pendahuluan seperti digergaji sampai mendekati garis atau ukuran yang dikehendaki. Setelah itu baru pengerjaan pengkiran dengan menggunaklan kikir ayng cocok untuk membentuknya seperti kikir segitiga. Cara pengikirannya yaitu kikir didorong kedepan sambil ditekan ke bawah atau ke samping mengikuti garis yang ditentukan, lakukan berulang-ulang sampai benar-benar pas dengan ukuran.
Untuk pengikiran alur sama perlu dilakukan pengerjaan pendahuluan seperti dibor, digergaji, atau dipahat sampai mendekati garis atau ukuran yang ditentukan. Setelah itu baru pengerjaan pengikiran dilakukan dengan menggunakan kikir yang cocok untuk membentuknya seperti kikir segiempat. Cara pengikirannya yaitu sama seperti mengkir sudut yaitu kikir didorong kedepan sambil ditekan ke bawah atau ke samping mengikuti garis yang ditentukan, lakukan berulang - ulang sampai benar-benar pas dengan ukuran.
-      Mengikir radius dan lubang
Ada dua macam bidang lengkung yaitu cembung dan cekung. Untuk pengerjaan bentuk lengkung diperlukan pengerjaan pendahuluan, misalnya dibor, digergaji ataupun dipahat sampai mendekati garis lengkung yang dikehendaki. Setelah itu baru digunakan kikir untuk membentuknya, pada bidang cekung gunakan kikir setengah bulat dan bidang cembung gunakan gunakan kikir plat. Cara mengikirnya, yaitu kikir didorong kedepan sambil digeser kesamping mengikuti garis lengkung yang ditentukan.
Dalam lubang juga ada beberapa bentuk lubang, antara lain bulat, segiempat dan segitiga. Pada pelaksanaan pengerjaan lubang-lubang tersebut perlu dilakukan pengerjaan pendahuluan misalnya dibor atau dipahat sampai mendekati garis lubang yang ditentukan. Setelah itu, diselesaikan dengan kikir yang sesuai, misalnya kikir bulat, segiempat dan segitiga hingga sesuai ukuran.
-      Mengebor
Sebelum kita mengebor alangkah baiknya kita tahu dulu tentang macam-macam mata bor. Ini dimaksudkan agar pada waktu kita mengebor tidak salah dalam pemilihan mata bor yang sesuai dengan pengeboran pada benda kerja yang akan dilakukan. Menurut penggunaannya mata bor di bagi kedalam beberapa macam, seperti bor pilin atau spiral, bor senter, bor pembenam (counter bore), bor persing, dan bor peluas.
Dalam penggunaan mata bor juga perlu diperhatikan sudut-sudut mata bor agar diperoleh hasil yang baik. Suidut-sudut bor yang utama adalah sudut puncak, sudut bebas potong dan sudut pemusat.
-      Mengetap
Tap adalah alat yang digunakan untuk membuat ulir bagian dalam lubang. Tap dibuat dari baja yang dikeraskan, yang mempunyai empat alur lurus dan sisi potong bentuk ulir. Dalam satu set tap tangan terdapat tiga buah tap, yaitu tap ke-1 (taper), tap ke-2 (second), tap ke-3 (plug). Tap ke-1 berbentuk tirus mengecil pada ujungnya. Ketirusannya ini hampir sepanjang bagian pemotongnya, hanya sedikit ulir penuh di bagian atasnya. Tap ke-2 seperti tap ke-1, hanya disini ketirusannya sedikit di ujung. Tap ke-3 tidak tirus dan seluruh bagian pemotongnya terdapat ulir penuh.


G.    LANGKAH KERJA
Mengikir keenam bidang
1.     Siapkan ragum dan peralatan yang di butuhkan
2.     Pasang benda pada ragum dengan posisi tegak lurus dengan sisi yang lebar ada pada bagian atas
3.     Kikir bidang satu tersebut hingga rata.
4.     Kikir bidang dua yang bersebelahan dengan bidang satu, hingga rata dan siku dengan bidang Satu
5.     Kikir bidang tiga hingga rata dan siku dengan bidang satu dan dua
6.     Kikir bidang empat hingga rata dan siku dengan bagian satu dan dua. Serta mencapai ukuran 46 mm. seperti pada gambar
7.     Kikir bidang lima hingga rata dan siku dengan bidang  satu,dua, dan empat. Serta mencapai ukuran 82 mm. seperti pada gambar
8.     Kikir bidang enam hingga rata dan siku dengan bidang dua,tiga,empat, dan lima. Serta mencapai ukuran 10 mm. seperti pada gambar
Setelah selesai mengikir keenam bidang dan mencapai ukuran yang di tentukan, mulailah untuk melukis :
1.      Lukis benda kerja dengan menggunakan kapur yang di basahi dulu
2.      Tentukan titik-titik yang akan dibor dengan mistar
3.      Tentukan sudut kemiringan yang di tentukan, dengan menggunakan busur derajat
4.      Tentukan radius dengan menggunakan mal
5.      Jika semua sudah tandai dengan penitik agar tidak terhapus
Setelah selesai melukis mulai dengan pekerjaan selanjutnya yaitu BOR :
1.      Pasang benda kerja pada mesin bor
2.      Pasang mata bor pada mesin bor
3.      Lakukan pengeboran mulai dari bor center, Ø8, Ø10, sampai Ø11,5
Setelah selesai melakukan proses pengeboran lakukan proses mengikir dalam :
1.      Pasang benda kerja pada ragum
2.      Gunakan kikir kotak agar mudah melakukan kikir dalam
3.      Jika merasa kurang bulat lingkarannya kikir kembali menggunakan kikir bulat
Proses pembentukan :
1.      Lakukan pengikiran pada bidang yang sudah di tandai untuk dimiringkan dengan sudut yang sudah di tentukan, dan sesuai dengan gambar kerja
2.       Lakukan pengikiran radius, sesuai dengan gambar kerja. Untuk hasil yang lebih baik mengikir radius gerakan kikir harus di ayunkan.
3.      Lakukan pengikiran miring seperti yang ada pada gambar kerja, serta ukurannya harus sama.
4.      Lakukan finishing
5.      Cek kembali benda jika ada yang salah atau terlewat
6.      Gunakan alat ukur yang di sediakan dengan benar.



















H.    TEMUAN PRAKTEK DAN PEMBAHASAN
Dalam pengerjaan kerja bangku sering mengalami beberapa kesalahan dalam proses pengerjaannya, ternyata memang tidak semudah yang dibayangkan saat pertama kali melihat bahan kerja yang dibagikan. Banyak beberapa prosedur yang mesti dipatuhi karena sebenarnya hal itu juga untuk kepentingan keselamatan kita sendiri. Pelaksanaan kerja bangku ternyata menuntut agar mempunyai ketelitian, kesabaran dan ketekunan yang kuat agar hasil benda kerja sesuai dengan yang diharapkan. Dan juga yang tidak kalah pentingnya lagi ketersediaan alat yang menadai juga sangat menentukan hasil benda kerja.
Pada saat mengikir banyak kendala yang di rasakan seperti tekor dan cembungnya hasil pengikiran sesuai teori yang telah di berikan pengikiran menggunakan metoda menyilang dalam metoda ini seharusnya saat mengikir, gerakan tangan harus panjang dan kokoh, juga supaya permukaan kikir selalu menempel pada benda kerja agar benda kerja memperoleh hasil yang baik. Bidang pada benda kerja yang sudah dikikir tapi belum selesai jangan sekali-kali disentuh dengan tangan, ini akan berdampak permukaan yang akan dikikir menjadi licin, karena pada tangan mengandung minyak, sehingga untuk beberapa gerakan pengikiran menjadi licin. Dan jangan menggerakan tangan saat mengikir karena sesuai prosedur yang tepat adalah yang bergerak tubuh kita bukan tangan.








































I.       KESIMPULAN DAN SARAN

1.      Kesimpulan
Dari pengerjakan praktek kerja bangku kemarin saya selaku penulis dapat menyimpulkan bahwa masih banyak siswa yang kurang menguasai pelajaran fabrikasi logam khususnya dalam pengerjaan las asetilen.
            Kemudian dalam pengerjaa kerja bangku saya menemukan kesulitan mengikir rata dan siku karena dibagian ini dituntut untuk rata dan siku antara sisi satu dengan yang lain.
2.      Saran
Berdasarkan kesimpulan yang didapat melalui laporan ini, untuk mengatasi kesuliatann siswa dalam penguasaan kerja bangku disarankan:
a)      Pada proses praktek kerja bangku siswa harus ditekankan pada tahap perataan dan kesikuan benda kerja sehingga mendapat hasil yang baik dan dapat bersaing di perusahaan.

b)      Agar diadakan penelitian tentang kesulitan mengenai cara kerja bangku, sehingga diharapkan guru bidang setudi pabrikasi logam dapat menggunakan sebagai dasar remedial atau titik acuan untuk mencapai mutu yag baik.  























DAFTAR PUSTAKA

Setiadi Husen Asep,H., (2009) , Fabrikasi Logam,




  





J. LAMPIRAN


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Laporan Kerja Bangku SMK Teknik Mesin 2017"

Post a Comment