Contoh Laporan Perjalanan Study Tour Jakarta Terbaru 2017

Laporan Perjalanan Study Tour SD SMP SMA SMK MA MT ke Jakarta dan ke tempat wisata terbaru - Study Tour atau karya wisata adalah yang mutlak harus dipenuhi oleh setiap pelajar sebagai syarat lulus mereka dalam menempuh pendidikan, biasanya juga untuk mememunuhi syarat untuk mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah.

Akhir-akhir ini anak didik di salah satu lembaga pendidikan sudah pada pusing memikirkan pekerjaan sekolahan bikin laporan untuk memenuhi tugas bahasa indonesia yaitu tentang laporan perjalanan hasil study tour mereka.
laporan perjalanan

Di bawah adalah contoh laporan perjalanan nya :

LAPORAN PERJALANAN
STUDY WISATA KE JAKARTA

Laporan Perjalanan Disusun
Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Dan Syarat Mengikuti Ujian Nasional




Disusun Oleh :
1.      a
2.      b


VIII A

(NAMA SEKOLAH MU)
Tahun Pelajaran 2016/2017
PENGESAHAN
Laporan ini disusun guna memenuhi mata pelajaran bahasa indonesia. Telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing pada :
Hari                 :
Tanggal            :



Pembimbing
Mengetahui

Kepala (nama sekolah mu)


Nama guru
Nama Kepala Sekolah
NIP.
NIP.



MOTTO


·         Jalan terbaik dalam mencari kawan adalah kita harus berlaku sebagai kawan.
·         Bukan harta kekayaanlah, tetapi budi pekerti yang harus ditinggalkan sebagai pusaka untuk anak-anak kita.
·         Tanah yang digadaikan bisa kembali dalam keadaan lebih berharga, tetapi kejujuran yang pernah digadaikan tidak pernah bisa ditebus kembali.
·         Kebaikan tidak bernilai selama diucapkan akan tetapi bernilai sesudah dikerjakan.
·         Hidup tidak menghadiahkan barang sesuatupun kepada manusia tanpa bekerja keras.
·         Sejarah bukan hanya rangkaian cerita, ada banyak pelajaran, kebanggaan dan harta di dalamnya.
·         Cara terbaik untuk keluar dari suatu persoalan adalah memecahkannya.
·         Kalau hari ini kita menjadi penonton bersabarlah menjadi pemain esok hari.
·         Ceroboh dan tidak bisa menahan emosi adalah sikap yang bisa berakibat fatal.
·         Harapan kosong itu lebih menyakitkan daripada kenyataan yang pahit sekalipun.
·         Setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah bila dikerjakan tanpa keengganan.
·         Jangan tunda sampai besok apa yang engkau kerjakan hari ini.



PERSEMBAHAN


Karya tulis ini kami persembahkan untuk :
1.      Bapak Kepala Sekolah (nama sekolah mu)
2.      Bapak/ibu Guru (nama sekolah mu)
3.      Karyawan/Karyawati (nama sekolah mu)
4.      Siswa/Siswi (nama sekolah mu)
5.      Dan untuk semua yang membaca karya tulis kami



KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan kehadiratmu Allah SWT karena tanpa limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya kepada kita. Kita tidak dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang seharusnya kita laksanakan dan dengan atas izinnya kami memperoleh kesempatan untuk dapat menikmati keindahan alam yang diciptakannya.

          Dan dengan menikmati keindahan alam ciptaan-Nya kami dapat menyusun laporan untuk menuliskan informasi dan keadaan tempat wisata yang berada di Jakarta.Laporan ini kami tulis atas dasar hal-hal yang kami peroleh dan kegiatan-kegiatan selama perjalanan disana. Laporan perjalanan ini kami buat dengan tujuan agar pembaca mengetahui hal-hal dan keadaan yang berada disana. Semoga pembaca senang dengan laporan yang telah kami buat.




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ ........... i
PENGESAHAN........................................................................................................ ........... ii
MOTTO..................................................................................................................... ........... iii
PERSEMBAHAN..................................................................................................... ........... iv
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ........... v
DAFTAR  ISI............................................................................................................ ........... vi
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................... ........... 1
B.     Tujuan............................................................................................................ ........... 1
BAB II. ISI
A.    Masjid Istiqlal................................................................................................ ........... 2
B.     Monumen Nasional........................................................................................ ........... 6
C.     Museum Purna Bhakti Pertiwi....................................................................... ........... 9
D.    TMII............................................................................................................... ........... 12
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................................... ........... 13
B.     Saran.............................................................................................................. ........... 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... ........... 14
LAMPIRAN.............................................................................................................. ........... 15
           


BABI
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
           Pada dasarnya (nama sekolah mu) mengadakan program study wisata adalah untuk belajar diluar sekolah. Hal ini bertujuan agar siswa-siswi (nama sekolah mu) mengenai lingkungan-lingkungan yang berada diluar sekolah serta agar menghilangkan kejenuhan selama belajar didalam kelas. Study wisata ini dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas ini (nama sekolah mu) tepatnya pada semester. Selama berada disana kami didampingi oleh wali kelas, Wakil Kepala Sekolah, dan Guru-guru (nama sekolah mu)

B. Tujuan diadakannya study wisata adalah:
a. Untuk belajar diluar sekolah
b. Untuk menghilangkan kejenuhan selama belajar didalam kelas
c. Agar lebih mengenal alam sekitar
d. Agar menambah wawasan seth ilmu pengetahuan
e. Agar lebih mengenal lingkungan-lingkungan yang belum pernah dikunjungi
f. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT telah menciptakan alam yang begitu indah.



BAB II
ISI

A. Masjid Istiqlal
http://www.anythingjakarta.com/wp-content/uploads/2015/05/masjid-istiqlal1.jpg
Masjid Istiqlal terletak diJakarta. Pada tanggal 7 Desember  1954 beberapa tokoh islam mendirikan Yayasan yang diberi nama Yayasan Masjid Istiqlal. Tujuan daripada yayasan tersebut adalah mendirikan sebuah Masjid Agung dengan nama Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal berasal dari bahasa arab yang artinya adalah Kemerdekaan. Masjid Istiqlal merupakan Masjid terbesar,bukan hanya diIndonesia tapi juga di Asia Tenggara.
       Masjid ini didirikan pada tahun 1961dan selesai pada tahun 1978. Pada tahun 1955 diadakan sayembara untuk memperoleh sebuah rencana untuk menggambar Masjid Istiqlal. Peserta sayembara yang terdaftar ada 30 orang dan hanya 27 orang saja yang menyerahkan gambar. Diantara mereka hanya 22 peserta yang memenuhi persyaratan lomba. Ada 5 pemenang dalam sayembara tersebut:
- F.Silaban dengan sandi”Ketuhanan”.
- R.Oetoyo dengan sandi”Istigaf ”.
- Hans Groenwegen dengan sandi”Salam”.
- 5 orang Mahasiswa ITB dengan sandi”Ilham”.
- 3 orang Mahasiswa ITB dengan sandi”Katulistiwa”.

Setelah di adakan penilaian terhadap kelima peserta tersebut maka para juri sepakat untuk memilih sabdi”Ketuhanan”dengan arsitek F.Silaban sebagai pemenang. Masjid Istiqlal yang memiliki luas 9,5 hektar ini terdiri dari sebuah bangunan masjid,taman,halaman parker,kolam ikan air mancur serta sungai yang mengelilinginya.

Bangunan masjid terdiri dari gedung utama,gedung pendahuluan,teras raksasa,menara,dan lantai dasar.
Gedung Induk
            Gedung induk terdiri dari lantai utama yang berfungsi untuk sholat berkapastias 16.000 orang dan pada smaping kiri,kananserta belakang terdapat lantai bertingkat lima yang dapat menampung jama’ah sebanyak 61.000 orang. Gedung ini memiliki 12 pilar besar sebagai symbol tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pilar-pilar tersebut menyangga sebuah bubah raksasa yang memiliki  garis tengah 45m. Angka tersebuta merupakan symbol dari tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kubah tersebut tertulis ayat kursi dan surat Al-ikhlas yang diawali debngan basmalah. Pada dinding bagian depan masjid ini terdapt tulisan kaligrafi, sebelah kanan dan kiri terdapat lafadz Allah SWT dan Muhammad SAW. Sedangkan pada bagian tengah agak keatas ada tulisan yang berbunyi “La Ilaha Illahllah” yang berarti “Tiada Tuhan Selain Allah”. Dibawah tulisan ini terdapat suatu tempat yang terdiri dari mihrab dan mimbar. Mimrab terletak antara tangga dan mimbar. Ini adalah tempat imam ketika melaksanakan sholat pada saat tertentu seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Temapat yang disebelah kiri agak keatas disebut mimbar,yakni tempat bagi khatib dalam berkutbah pada hari jum’at atau hari Idul Fitri dan Idul Adha. Dibawah mimbar adalah tempat muadzim mengumandangkan adzan lima waktu. Pada hari jum’at gedung utama ini penuh oleh para jama’ah yang melaksanakan sholat jum’at.

Gedung Pendahulaluan
Dibelakang gedung induk terdapat gedung pendahuluan yang berfungsi sebagai penghubung kelantai atas. Selain itu juga berfungsi untuk sholat. Gedung ini dapat menampung jama’ah sebanyak 8.000 orang. Diatasnya terdapat sebuah kubah bergaris tengah 8m. Yang dijadikan symbol bulan Agustus bagi Kemerdekaan RI.




Teras Raksasa

 Dinegara-negara yang mayoritas penduduknya muslim, biasanya terdapat sebuah masjid besar yang memiliki tersa yang sangat luas. Masjid istiqlal memiliki teras raksasa berukuran 19.800 M2 yang dapat menampung sekitar 50.000 jama’ah. Teras ini berfungsi sebagai tempat melaksanakan sholat. Ketika gedung induk pendahuluan dipenuhi oleh jama’ah khususnya pada saat Idul Fitri dan Idul Adha.
Selain untuk melaksanakan ibadah sholat, gedung ini dapat dipergunakan untuk
Kegiatan keagamaan seperti musabaqoh tilawatil qur’an ,latihan manasik haji yang diselengarakan untuk calon –calon haji dan latihan manasik haji untuk siswa –siswa taman kanak – kanak  se-DKI .Gedung ini juga dapat dipakai sebagai tempat syuting film yang membawa dampak positif bagi kaum muslim dan tidak merusak citra masjid.
         Bangunan ini memiliki emper keliling yang berfungsi sebagai tempat penghubung gedung induk yang menghadap kearah kiblat,melainkan mengarah ke monument nasional .Hal ini menunjukan ,bahwa masjid istiqal masjid nasional memiliki ikatan yang sangat erat dengan sejarah bangsa Indonesia.Keterkaitan masjid istiqal dengan monumen nasional merupakan simbol dari peran kaum muslimin dalam berjuang menegakkan kemerdakaan republic Indonesia .Karena bangunan ini tidak mangarah ke kiblat maka diadakan petunjuk arah ke kiblat lagi jama’ah sholat .

 Menara dan Bedung
          Berdiri tegak dan lurus menembus langit biru.Tampak indah dan bergaya asitektur  modern .Menara ini dirancang berlubang –lubang untuk mengurai tekanan dan hembusan annngin.Tingginya mencapai 6.666cm sesuai dengan jumlah ayat yg terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an .Diatas tempat adzan adalah puncak menara yang terbuat dari baja tahan akrat seberat 28 ton dengan tinggi 30 meter.
            Pada  awalnya ,menara berfungsi sebagai tempat dikumandangkan gema adzan,kemudian berubah menjadi tempat pengeras suara agar gema adzn terdengar sampai ketempat jauh.
            Dibawah menara terdapat sebuah bedug berukursn sangat besar ,dengan garis tengah 1,17 m .Terbuat dari kayu yang berlubang dan kulit sapi .Bedug adalah hasil kreativitas yang menjadi kebudayaan islam lokal.Di desa-desa,biasanya ditabuh setiap waktu sholat sebalum adzan dikumandangkan .Dimasjid istiqal ,fungsi bedug telah diganti dengan pengeras suara ,namun tetap dilestarikan sebagai salah satu budaya islam Indonesia .




Lantai Dasar
 Posisi lantai dasar ini berada di bawah  gedung induk,gedung pendahuluan dan teras raksasa.Dibawah gedung induk terdapat sebuah ruangan kaca yang sangat luas.Rungan ini pernah digunakan untuk festival istiqal pertama dan ke dua pada tahun 1991 dan 1995 .Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha,biasanya dibuka untuk sholat jama’ah perempuan.
          Dibawah teras raksasa terdapat puluhan ruangan yang terdiri dari 2 aula dan berberapa perkantoran .Aula ini berfungsi sebagai tempat diskusi ilmiah dan pertemuan .Perkantoran yang ada disini terdiri dari perkantoran BPRMI dan organisasi –organisasi Islam yang tidak berafiliasi terhadap golongan tertentu ,seperti:
- Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUIP)
-  Dewan Majelis Indonesia Pusat (DMIP)
- Badan Penasehat ,Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan Pusat (BP4Pusat)
- Badan Komunikasi Pemuda Remaja  Masjid Indonesia (BKPRMI)
- Lembaga Pengembangan Tilawita Qur’an(LPTQ)Tingkat Nasional
- Pusat Perpustakaan Islam Indonesia (PPII)
- Terjemah Al-Qur’an Sistem 40 jam
- Badan  Pembina Rohani Islam (BABIN ROHIS)
- Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI)
- DU
          Dibawah ini emper teras raksasa dan gedung induk terdapat tempat wudhu.urinoir dan kamar mandi berserta WC-nya yang berlokasi di sebelah barat,timur ,selatan,dan utara.Dengan rincian sebagai berikut:
1 .Tempat wudhu berjumlah 468 keran yang berada di emper utara ,timur,dan selatan masjid.
2 .Disebslah timur dibawah emper atas raksasa terdapat dua lokasi urinoir yang berjumlah 80 ruang.
3. Adanya kamar mandi berserta WC-nya sebanyak 52 kamar terdapat di emper barat ,timur,dan selatan.







B. Monumen Nasional
http://www.giganticstatues.com/wp-content/uploads/2012/08/Monas-Jakarta.jpg
          Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1920an.
          Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961, dan diresmikan 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.
           Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
           Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
            Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur.
Konstruksi dan Pameran
          Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter.



          Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
          Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
         Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

         Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

        Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

       Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario Bross di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

         Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
         Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

        Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 Waktu Indonesia Barat.
















C. Museum Purna Bhakti Pertiwi
https://alatpenterjemahjakarta.files.wordpress.com/2014/09/museum_purnabhaktipertiwi.jpg
           Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) didirikan oleh Yayasan Purna Bhakti Pertiwi atas prakarsa Ibu Tien Soeharto. Museum yang berada di Jl. Taman Mini I, Jakarta 13560. berisi koleksi benda-benda dan cennderamata yang bersangkut-paut dengan perjalanan pengabdian Presiden Republik Indonesia Ke-2, HM Soeharto.
Sejarah
          Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993 oleh Bapak Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia. Peresmian MPBP bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Ibu Tien Soeharto, Pembangun dan Pemrakarsa museum ini. Luas bangunan MPBP 25.095 meter persegi di atas tanah seluas 19,7 hektar.
Museum Purna Bhakti merupakan wahana pelestarian benda-banda bersejarah tentang perjuangan dan pengabdian Bpk. Soeharto dan Ibu Tien Soeharto kepada bangsa Indonesia. Pengabdian dan perjuangan beliau sejak masa perang kemerdekaan hingga masa pembagunan.
         Sebagai obyek wisata edukasi yang bermatra sejarah, museum ini juga menyimpan benda-benda seni bermutu tinggi, yang diperoleh Bapak Soeharto dan Ibu Tien Soeharto dari berbagai kalangan, baik rekan maupun sahabat sebagai cenderamata. MPBP memiliki koleksi kurang lebih 13.000 -an, koleksi tersebut memiliki hubungan dengan peran sejarah pengabdian Bapak Presiden Soeharto.
         Sebelumnya sebagian besar koleksi ini dirawat dan disimpan Ibu Tien Soeharto sebagai pendamping setia Pak Harto. Kemudian, Ibu Tien menyadari bahwa pengalaman hidup Pak Harto bukanlah hanya milik keluarga. Pak Harto adalah milik bangsa Indonesia. Maka, koleksi barang-barang pribadi dan cenderamata yang dimilikinya harus dinikmati oleh khalayak ramai. Tentu, tempat yang paling baik untuk itu adalah di museum.
Arsitektur dan Koleksi
         Memasuki bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng atau gunungan (sebagai kelengkapan inti upacara tradisional) itu -melambangkan rasa syukur, keselamatan dan keabadian- pengunjung disambut dua patung Panyembrama, patung selamat datang. Patung karya seniman Dewa Made Windia sumbangan Ny Siti Hardiyanti Rukmana ini, terbuat dari lempengan uang kepeng dengan tinggi 240 sentimeter. Panyembrama adalah tarian Bali yang biasa diperagakan untuk penyambutan tamu-tamu terhormat.
         Bangunan museum dikelompokkan dalam dua kategori, yakni bangunan utama dan bangunan penunjang. Bangunan utama berfungsi sebagai ruang pamer benda-benda koleksi seluas 18.605 meter persegi terdiri enam lantai dengan tinggi 45 meter sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut terbesar, dikelilingi sembilan kerucut kecil.
         Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan. Ruang Perjuangan berbentuk kerucut berukuran sedang seluas 1.215 meter persegi terletak di bagian barat kelompok Ruangan Utama. Ruang Khusus seluas 567 meter persegi terletak di bagian utara. Ruang Asthabrata seluas 1.215 terletak di bagian timur. Dan, Ruang Perpustakaan seluas 567 meter persegi di bagian selatan.
          Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Tetapi juga ada cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua cinderamata tersimpan dalam kotak kaca.
Di antaranya, cinderamata pemberian PM Kamboja Hun Sen dan PM Malaysia Mahathir Mohamad masing-masing berupa tempat sirih terbuat dari perak. Dari PM Belanda Lubbers berupa patung burung dara terbuat dari perak, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari berupa kerajinan perak berbentuk labu, dan Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev berupa seperangkat piring perak. Masih banyak lagi.
          Cinderamata pemberian pejabat atau rekan kerja mantan Presiden Soeharto maupun Ny Tien Soeharto, semisal sebuah kerajinan batu hias berupa mangkuk persembahan istri Bupati Tulungagung. Pada cinderamata itu tertulis: "Dipersembahkan kepada Ibu Tien Soeharto dari Ny Hardjanti Poernanto".
Pengusaha Sudwikatmono mempersembahkan ukiran kayu Johar (Cassia Siamea) berupa pasangan suami-istri yang "dikerubuti" 11 anak mereka. Pada keterangan patung yang diberi nama Menbrayut karya I Ketut Modern itu tertulis: "Zaman dahulu orang percaya banyak anak banyak rejeki. Saat ini kita percaya, banyak anak banyak masalah".
        Masih di Ruang Utama berbentuk lingkaran dan luas itu, terdapat replika Peraduan Putri Cina. Replika ini terbuat dari batu giok-jadeite berwarna hijau dan berasal dari Propinsi Yunan, Cina. Konon replika dengan ukuran panjang 2,77 meter, lebar 2,14 meter, dan panjang 3,04 meter itu meniru peraduan putri Cina pada masa Dinasti Sung (960-1279) dan Dinasti Ming (1384-1644).
        Di Ruang Khusus, tersimpan tanda-tanda kehormatan yang pernah diberikan kepada Presiden Soeharto. Untuk menyebut beberapa, misalnya Bintang RI Adipura I yang diberikan pemerintah RI (1968), Bintang Mahaputra Adipurna (1968), dan Bintang Gerilya (1965).
Tanda kehormatan dari beberapa negara sahabat, dari Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Di Ruang Khusus ini pula tersimpan koleksi pedang kehormatan yang di antaranya dipersembahkan oleh Pemimpin PLO Yasser Arafat dan pedang kristal dari Presiden Kroasia Franjo Tudman.



D. TMII
http://indonesiatraveldestinations.com/wp-content/uploads/2016/01/Keong-Mas-IMAX-theater.jpg
 Taman Mini Indonesia Indah adalah tempat wisata yang terkenal diseluruh Indonesia. Karena selain untuk tempat wisata Taman Mini Indonesia Indah dapat dijadikan tempat belajar. Disana terdapat berbagai macam rumah adat diseluruh provinsi Indonesia. Selain itu, disana juga terdapat taman burung yang indah. Ditaman burung tersebut terdapat berbagai macam burung dengan warna yang berbeda, dengan suara yang berbeda.
DiTaman Mini Indonesia Indah tersebut kita dapat melihat”Rumah Miring” yang segala sesuatunya serba miring. Baik itu bangunannya, pintunya, jendelanya, maupun lantainya. Yang mungkin apabila kita berada didalamnya kita juga akan merasa miring. Di Taman Mini Indonesia Indah juga terdapat”Keong Emas”, yaitu bangunan yang berwujud seperti keong berwarna kuning keemasan. Bangunan tersebut sangat besar sekali.
 
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
        Kami sangat senang berwisata ke Jakarta tempatnya sangat menarik dan menyenangkan.
Dan tempat yang kami kunjungi lainnya tidak kalah menyenangkan. Rasanya kami ingin kembali lagi ke Jakarta dan menikmati obyek-obyek wisata yang lainnya yang belum pemah kami kunjungi sebelumnya

B. Saran
         Budidayakanlah warisan dan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan untuk semua makhluk ciptaan-Nya dan jangan sekali-kali engkau merusaknya, karena alam mengibaratkan paru-paru dan bumi yang pertiwi ini.
         Jika ala mini rusak maka semua yang ada di jagat raya dan seluruh isinya juga akan rusak, maka jagalah alam, karena menjaga alam itu sama dengan menjaga jiwa.
         Semoga pembaca senang dengan apa yang telah kami tulis didalam buku ini dan semoga bermanfaat untuk anda semuanya.



DAFTAR PUSTAKA





























LAMPIRAN

Pada tanggal .................. (nama sekolah mu) mengadakan study wisata ke Jakarta, dan tempat yang dituju adalah:
1.         Masjid Intiqlal
2.         Monumen Nasional
3.         Museum Purna Bakti
4.         TMII

Contoh karya tulis di atas bisa kalian gunakan juga sebagai dasar atau acuan atau contoh skema bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat laporan yang baik dan benar.
sekian artikel dari saya dan semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Laporan Perjalanan Study Tour Jakarta Terbaru 2017"

Post a Comment