Contoh Laporan Pengamatan Perubahan Kimia dan Fisika 2017

Contoh Laporan Pengamatan Perubahan Kimia dan Fisika - Makalah pengamatan perubahan sifat kimia dan sifat kima terbaru 2017 - Pada kali ini saya menulis artikel yang berjudul perubahan fisika dan perubahan kimia yang tentunya kejadian ini tidaklah asing di kehidupan kalian.

Laporan pengamatan biasanya dilakukan oleh para siswa sebagai media ajar untuk membantu pemahaman tentang perubahan fisika dan kimia yang mungkin terjadi di alam sekitar dan kehidupan kita sehari-hari.

Laporan seperti ini biasanya di buat oleh para siswa SMP, SMA/SMK , Mata kuliah jurusan IPA ( ilmu pengetahuan alam).

Kali ini saya akan membagikan 2 versi, yaitu versi gambar/image dan versi teksnya.
makalah laporan percobaan pengamatan perubahan fisika dan kimia smp sma smk mata kuliah

contoh laporan pengamatan

artikel tentang perubahan fisika dan kimia di kehidupan sehari-hari

contoh makalah sifat kimia dan sifat fisika

Dan untuk versi teks nya silahkan simat di bawah ini.



LAPORAN
PENGAMATAN PERUBAHAN
FISIKA DAN KIMIA
 



























DISUSUN OLEH :
                                                  



2016


Kami ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya kami kembali dapat mempersembahkan bahan ajar sesuai Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan mencegah ( disebut pula kurikulum KTSP ) dan di intergrasikan dengan nilai budaya dan karakter bangsa. Bahan ajar ini merupakan pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas.

Bahan ajar ini berisi ringkasan materi per pembelajaran yang memudahkan guru dan siswa mempelajari setiap kompetensi. Ringkasan materi tersaji sistematis di lengkapi dengan tugas yang meliputi tiga aspek, yaitu Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif.

Ketiga aspek tersebut sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya,yaitu manusia beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung kemasyarakatan dan kebangsaan.
  





BAB I
Besi merupakan logam yang paling banyak ragam penggunanya. Besi biasa digunakan untuk pagar, kerangka bangunan, jembatan, sepeda, kendaraan bermotor, perabotan sampai dengan mainan. Sifat apakah yang mendasari penggunaan besi tersebut? Dua diantaranya yaitu logam besi tergolong kuat dan mudah dibentuk. Berbeda dengan kayu yang mudah terbakar, besi tahan api serta mempunyai titik leleh yang relatif tinggi. Namun demikian, ada kelemahan dari besi yaitu mudah berkarat, khususnya dalam keadaan lembab.

Dari uraian di atas, disebutkan beberapa sifat besi, yaitu kuat, mudah dibentuk, mudah berkarat, tidak dapat terbakar, dan titik lelehnya relative tinggi. Sifat-sifat zat seperti kekuatan, titik leleh, dan kemudahan untuk dibentuk, disebut sifat fisika. Sifat fisika zat menggambarkan keadaan atau penampilan fisik zat itu. Sedangkan sifat-sifat zat seperti mudah berkarat atau dapat terbakar, disebut sifat kimia. Sifat kimia merupakan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu zat.

A.      Sifat Fisika
Sifat suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut dinamakan sifat fisika. Sifat fisika suatu benda, antara lain sebagai berikut.
1.    Wujud zat
Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Beberapa peristiwa perubahan wujud yang kita kenal, yaitu menguap, mengembun, melebur, membeku, menyublim, dan mengkristal. Besarnya suhu tertentu yang menyebabkan zat tersebut mendidih disebut titik didih.
Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76 cmHg) adalah 100ºC, sedangkan bensin kurang lebih 80ºC.
2.      Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar, dan lain-lain.
3.      Larutan
Hampir setiap hari kita membuat larutan misalnya antara gula pasir dengan air dalam larutan gula tersebar merata ke seluruh bagian campuran larutan semacam ini disebut campuran homogen. Dalam larutan selalu ada zat terlarut dan zat pelarutnya sehingga air sebagai pelarut dan gula pasir sebagai zat terlarut, terkadang zat terlarut tidak semua bisa terlarut keseluruhannya walaupun telah kita aduk, larutan tersebut dikatakan larutan jenuh hal tersebut bisa diatasi dengan pemanasan. Air merupakan pelarut yang sangat baik tetapi antara zat satu dengan yang lain mempunyai daya melarutkan zat terlarut yang berbeda. Daya zat untuk melarutkan disebut kelarutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan sebagai berikut.
a.      Suhu
Semakin tinggi suhunya semakin besar kelarutannya, kita mungkin pernah mengalami membuat es teh sementara gula dimasukkan setelah es sudah terlebih masuk dalam air teh sehingga gula sulit untuk larut dikarenakan gerak partikel zat yang terlarut dan zat terlarut sangat lambat.
b.      Volume Pelarut
Semakin banyak volumenya semakin besar kemampuan melarutkan.
Semakin sedikit volumenya semakin kecil kemampuan melarutkan
c.       Ukuran Zat
Ukuran semakin besar semakin lama zat tersebut terlarut, untuk itu setiap kita membuat bumbu untuk masak pasti ditumbuk agar ukuran zat terlarut menjadi lebih kecil dan mudah terlarut.
Jadi sifat fisika suatu zat adalah sifat yang berhubungan dengan keadaan suatu benda yang dapat diukur berdasarkan ukuran, kepadatan, suhu, volume titik didih, dan titik leburnya.
4.      Daya Hantar Listrik
Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor. Benda yang tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya,Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala. Daya hantar listrik merupakan sifat kimia.
5.    Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda nonmagnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik magnet, sedangkan benda nonmagnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

B.     Sifat Kimia
Sifat kimia yaitu sifat yang dapat diamati setelah suatu zat berubah menjadi zat lain. Berikut ini contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda antara lain sebagai berikut :
1.      Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam seperti besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Perkaratan besi merupakan reaksi antara besi dengan oksigen di udara. Untuk mengatasi berkaratnya besi, maka besi dilapisi dengan stainless steel atau minimal dilapisi cat minyak untuk mengurangi terjadinya perkaratan. Berkarat merupakan sifat kimia karena terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.
2.      Mudah Terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Dengan mengetahui sifat kimia bensin(bahan-bahan lain) yang mudah terbakar kita dapat menggunakannya secara aman.
3.      Busuk dan Asam
Akibat terjadinya reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakkibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal nasi yang dibiarkan berhari-hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
4.      Mudah Meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti magnesium, uranium dan natrium.
5.      Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut di gunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.



BAB I
Perubahan Fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yng ditumbuk menjadi tepung hanya menunjunkkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat antara lain : menguap, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa ciri-ciri pada perubahan fisika, yaitu tidak terbentuk zat baru, zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran dan warna berubah.
Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Pernahkah kamu membakar kertas ? terdapat abu yang di peroleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum diakar memilliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia antara lain : nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk dan lain-lain.
Terdapat ciri-ciriperubahan kimia suatu zat, yaitu terbentuknya zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi.

Tujuan :
1.    Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan perubahan kimia.
2.    Membandingkan sifat fisika dengan sifat kimia.



BAB II
Alat bahan :
1.    Potongan kayu secang
2.    Air panas 1 gelas
3.    Gelas
4.    Jeruk nipis 1 buah
Langkah kerja:
1.    Masukkan potongan kayu secang ke dalam air panas
2.    Aduklah, tunggu beberapa saat, apa yang terjadi !
3.    Tetesi beberapa tetes jeruk nipis.

Alat bahan
1.    Gelas
2.    Lilin
3.    Lepek
Langkah kerja
1.    Tuangkan air ke dalam lepek
2.    Taruh lilin di tengah lepek
3.    Hidupkan lilin, setelah beberapa saat tutup dengan gelas
BAB III

1.      Air panas yang tadinya berwarna putih menjadi warna orange karena di masukkan kayu secang, air yang merah karena ditetesi air jeruk nipis menjadi warna kuning yang termasuk perubahan fisika.
2.      Saat lilin ditutup dengan gelas, lilin mati dan air yang tadinya berada di luar gelas naik ke permukaan gelas. Hal ini terjadi karena tekana udara di luar gelas lebih besar daripada di dalam gelas sehingga lilin mati. Air naik ke permukaan dikarennakan adanya kapilaritas.
Hal ini termasuk perubahan kimia.

Akhir kata, semoga bahan ajar ini turut menyukseskan tujuan pendidikan nasional. Tidak lupa kami harapkan saran dan masukan yang membangun demi peningkatan kualitas bahan ajar ini.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Laporan Pengamatan Perubahan Kimia dan Fisika 2017"

Post a Comment