Contoh Karya Tulis Berkunjung ke Pulau Bali Lengkap dan Terbaru 2017

Laporan Perjalanan Study Tour SD SMP SMA SMK MA MT ke Bali dan ke tempat wisata terbaru 2017 - Pada artikel bertajuk anomika edukasi kali ini saa akan membagikan contoh laoporan perjalanan berkunjung ke pulau Bali.

Bali sekarang dan sejak dari dulu sudah menjadi destinasi wisata dan study tour khususnya para pelajar untuk melaksanakan program dari sekolah dan setelah mereka study tour mereka di tuntut untuk mengumpulkan dan mengerjakan tugas berupa karya tulis atau laporan.

Dan berikut saya akan membagikan kepada kalian contoh dari laporan atau karya tulis study tour ke pulau bali lengkap dengan kerangka laporan, kata pengantar sampai dengan lampiran dan daftar pustaka.

Sebagian besar isi dari artikel yang terdapat di contoh laporan ini adalah bersumber dari internet dan dengan sangat harap di maklumi.




Laporan Perjalanan Study Tour SD SMP SMA SMK MA MT ke Bali dan ke tempat wisata terbaru
contoh sampul karya tulis dan laporan
PENGESAHAN
Karya tulis ini telah disetujui oleh pembimbing dan disahkan oleh kepala Sekolah sebagai salah satu tugas Bahasa Indonesia dan syarat untuk kenaikan kelas fffff tahun pelajaran 2015/2016,pada:
 Tempat                       : f    
 Waktu                                    : 2016










Kepala Sekolah                                                                                   Guru Pembimbing
















MOTTO

‘’Hidup ini seperti naik sepeda. Untuk menjaga keseimbangannya, anda harus tetap bergerak.’’ (Albert Einstein)

‘’Kalau itu adalah kenangan yang berarti.. jangan dilupakan!
Sebab jika manusia mati.. mereka hanya bisa hidup dalam kenangan orang lain.’’ (Takagi - Detective Conan)

‘’Tak ada orang yang senang dengan kekalahan.
Aku merasa dongkol kalau kalah.
Tapi, bagiku kekalahan dan luka bukanlah akhir dari segalanya!’’ (Amu Hinamori)

‘’Mempelajari masa lalu untuk memperkirakan masa depan. Itulah arti penting mengetahui sejarah.’’ (Pain - Naruto Shippuden)

‘’Hal yang kini kita rasa menyenangkan hanya bisa kita nikmati sepenuhnya saat ini. Karena itu hargailah setiap momen indah dan waktu saat ini.’’ (Athena glory - Aria)

‘’Hidup bukanlah sebuah permainan, kita hanya punya satu kehidupan dan tidak punya tombol reset.’’  (Makoto - School Days)

‘’Kita akan menyesal bila mimpi yang kita kejar akhirnya gagal, tapi kita akan lebih menyesal bila kita tidak mencoba untuk mengejarnya !’’  (Takagi Akito - Bakuman)

‘’Genius Dilahirkan, Bukan Dibeli!’’ (Oscar Wilde)

‘’Saya selalu berkembang atas dorongan orang lain.’’ (John F. Kennedy)






PERSEMBAHAN
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, segala rasa dan kebahagiaan yang tidak terkira penulis persembahkan karya tulis ini kepada :
1. Kepala sekolah SMA Negeri 2 Wonogiri.
2. Ibu Suci Subarni selaku pembimbing.
3. Bp/ibu guru SMA Negeri 2 Wonogiri.
4. Orang tua yang selalu mendukung.
5. IBU Siti yuliani selaku wali kelas.
6. Para pembaca yang budiman.























KATA PENGANTAR

            Segala puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Laporan Keindahan di pulau bali ini dengan baik
            Tugas ini penulis sampaikan dalam bantuk laporan tertulis, dengan mengharap agar mendapatkan nilai yang semaksimal mungkin dan agar dapat meningkatkan pengetahuan penulis.
            Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Suci Subarni selaku guru pembimbing mata pelajaran bahasa indonesia penulis yang telah memberikan tugas ini agar penulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta lebih mencintai keindahan alam Negara kita salah satunya Pulau Bali. Dan sehingga tugas ini  dapat selesai tanpa adanya hambatan yang berarti. Terimakasih juga penulis ucapkan kepada orangtua, saudara, serta teman - teman semua yang telah memberikan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
            Dalam penyusunan tugas ini penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, serta penulis mohon maaf sebesar-besarnya jika sekiranya ada kekeliruan, kekeurangan dan kata yang tidak berkenan dalam tugas ini.
            Demikianlah tugas ini penulis susun untuk memenuhi tugas sekolah.




, 2016








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
PENGESAHAN..................................................................................................... ii
MOTTO................................................................................................................. iii
PERSEMBAHAN................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR.......................................................................................... v
DAFTAR ISI......................................................................................................... vi
BAB 1 PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG MASALAH......................................................... 1
B.   RUMUSAN MASALAH.......................................................................... 9
C.   TUJUAN PENELITIAN........................................................................... 9...........
D.   MANFAAT PENELITIAN...................................................................... 9
E.    SISTEMATIKA PENULISAN.............................................................. 10
BAB II LANDASAN TEORI
A.    KECENDEKIAAN.................................................................................. 11...........
B.     LUGAS DAN JELAS.............................................................................. 11
C.     FORMAL DAN OBJEKTIF.................................................................... 11
D.    RINGKAS DAN PADAT........................................................................ 12
E.     KONSISTEN............................................................................................ 12
BAB III.METODE PENELITIAN
A.    WAKTU DAN PENELITIAN................................................................ 13
B.     SUBJEK PENELITIAN........................................................................... 13
C.     INSTRUMEN PENELITIAN................................................................... 13
D.    PROSEDUR PENELITIAN..................................................................... 13
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    TANAH LOT............................................................................................ 14
B.     OBYEK NUSA DUA............................................................................... 14
C.     TANJUNG BENOA................................................................................. 14
D.    PANTAI KUTA........................................................................................ 15
E.     ISTANA KEPRESIDENAN TAMPAK SIRING................................... 16
F.      MUSEUM BRAJA SANDI...................................................................... 17
G.    PANTAI SANUR..................................................................................... 17
H.    BEDUGUL................................................................................................ 18
I.       TARI KECAK........................................................................................... 18...........
J.       PUSAT OLEH-OLEH KRISNA.............................................................. 20
K.    JOGER....................................................................................................... 21
L.     CENING AYU.......................................................................................... 22
BAB V .PENUTUP
A.    KESIMPULAN......................................................................................... 23
B.     SARAN..................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 24
LAMPIRAN.......................................................................................................... 25

    



BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
A.SEJARAH PULAU BALI
Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa". Pada masa itu sistem irigasi subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.
Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung. Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.
Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda. Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.
Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.
Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan. Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur. Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali. Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949
B.LETAK DAN KEPENDUDUKANNYA DI PULAU BALI
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan lebar 112 km, sekitar 3,2 km dari pulau Jawa. Secara Astronomi, Bali terletak terletak di 8º 25’ 23’’ LS dan 115º 14’ 55” LT yang membuatnya beriklim tropis seperti Indonesia yang lainnya.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah ± 5.623,86 km atau 0,29% luas wilayah Indonesia. Secara Administrasi Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten, 55 kecamatan dan 701 desa atau kelurahan. Ibukota Bali adalah Denpasar. Batas-batas wilayah Bali :
a. Utara : Laut Bali.
b. Selatan : Samudra Indonesia.
c. Barat : Selat Bali, Provinsi Jawa Timur.
d. Timur : Provinsi Nusa Tenggara Timur.

C.KEPENDUDUKAN DI PULAU BALI
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual.

C.SISTEM PEMERINTAHAN DI PULAU BALI
Sebagaimana layaknya provinsi lain di Indonesia, Provinsi Bali juga memiliki struktur pemerintahan yang sama, dimulai dari gubernur hingga camat. Secara administratif, pemerintahan hampir sama dengan provinsi lain. Tetapi mulai dari kepala desa hingga struktur terbawah, agak berbeda dengan daerah lain. Kalau dalam struktur pemerintahan resmi, strukturnya adalah kepala desa/lurah, kepala dusun/kepala lingkungan, ketua RW kemudian ketua RT.
Di Bali sedikit berbeda. Struktur administratifnya adalah kepala desa/lurah, kepala dusun/kepala lingkungan dan yang terbawah adalah Kelian Banjar. Banjar mirip dengan kampung, bisa terdiri dari 50-200 KK (kepala keluarga), keanggotaannya biasanya bersifat turun temurun. Untuk struktur pemerintahan adat, tiap desa di bali dipimpin oleh bendesa adat (kelian desa) yang kedudukan hampir setara dengan kepala desa/lurah, hanya saja bendesa adat adalah pemimpin adat yang bertugas untuk menjalankan awig-awig (undang-undang adat) di desa bersangkutan.
Di bawah bendesa adat, ada kelian adat/kelian banjar. Di beberapa banjar di Bali, jabatan antara kelian banjar dan kelian adat biasanya dirangkap oleh satu orang, namun ada juga yang membedakannya. Dalam satu desa administratif bisa terdapat beberapa desa adat. Maksudnya adalah desa A bisa terdiri dari desa adat B, desa adat C dan desa adat D. Hal ini kaitannya dengan historis. Desa adat sudah ada sejak zaman kerajaan, setelah berakhirnya era kerajaan, maka pemerintah republik membentuk desa administratif.

D.KEBUDAYAAN DI BALI

Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang beribukotakan Denpasar. Bali merupakan pulau yang dikenal dengan sebuatan pulau dewata. Dan merupakan salah satu pulau yang meruapakan surga wisata yang memiliki daya tarik berwisata baik untuk wisatawan asing maupun wisatawan lokal karena daerahnya memiliki keindahan yang sangat menarik bagi para wisatawan. Masyarakat pulau ini sebagian besar memeluk agama Hindu. Tidak hanya keindahan daerahnya saja yang menarik bawa wisatawan namun juga keaneka ragaman kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali pun menarik untuk dikenal lebih jauh oleh para wisatawan.
Bali memang selalu memberikan pesonanya serta memiliki kesenian dan kebudayaan yang beraneka ragam. Kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan beberapa kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali
Kebudayaan Bali
Kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan bali mempunya daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali.
Pakaian adat Bali
Bali memiliki banyak macan atau varian dari pakaian adatnya. Untuk perempuan yang masih remaja menggunakan sanggul gonjer, sedangkan perempuan atau wanita dewasa menggunakan sanggul tagel, kemudian menggunakan sesentang atau kemben songket, Kain wastra, Sabuk prada (stagen) untuk membelit pinggul dan dada, Selendang songket bahu ke bawah, Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam, Beragam ornamen perhiasan, Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap. Untuk pria menggunakan ikat kepala atau udeg lalu menggunakan selendang pengikat atau umpal, kain kampuh, kain wastra, keris, sabuk, kemeja atau jas, serta ornament yang digunakan untuk menghiasi penampilan sang pria
Rumah adat Bali
Rumah adat Bali harus sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali ajaran terdapat pada kitab suci Weda yang mengatur soal tata letak sebuah bangunan yang hampir mirip dengan ilmu Feng Shui dalam ajaran Budaya China. Rumah adat Bali harus memenuhi aspek pawongan (manusia / penghuni rumah), pelemahan (lokasi / lingkungan) dan yang terahir parahyangan.
Pada umumnya rumah Bali di penuhi dengan pernak-pernik hiasan, ukiran serta warna yang alami lalu patung-patung symbol ritual. Bangunan Rumah Adat Bali terpisah-pisah manjadi banyak bangunan-bangunan kecil – kecil dalam satu area yang disatukan oleh pagar yang mengelilinginya. Seiring perkembangan jaman mulai ada perubahan pada bangunan dimana bangunannya  tidak lagi terpisah-pisah.
Tari Bali
Bali memiliki berbagai macam jenis tarian daerah yang berasal dari daerah ini diantaranya :
Tari Pendet
Tari Pendet ini ditarikan sebagai tari selamat datang untuk menyambut kedatangan para tamu dan undangan dengan menaburkan bunga, dan ekspresi penarinya penuh dengan senyuman manis. Pada awalnya tarian ini digunakan pada acara ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan terhadap dewa yang turun ke dunia.
Tari Panji Semirang
Tarian ini di mainkan oleh perempuan. Tari Panji Semirang adalah tarian yang menggambarkan seorang putri raja bernama Galuh Candrakirana, yang menyamar menjadi seorang laki-laki setelah kehilangan suaminya. Dalam pengembaraannya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji.
Tari Condong
Tarian ini merupakan tarian yang cukup sulit untuk diragakan dan tarian ini memiliki durasi panjang. Tarian ini adalah darian klasik Bali yang memiliki gerakan yang sangat kompleks dan menggambarkan seorang abdi Raja
Tari Kecak
Tarian ini merupakan tarian yang sangat terkenal dari daerah Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk bari melingkar. Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.



Alat Musik Daerah
Bali memiliki alat musik tradisional yang khas dari daerah ini, alat musik ini merupakan alat musik peninggalan turun menurun leluhur mereka, dan berikut beberapa alat musik tradisional Bali :
Gamelan Bali
Sama seperti daerah lain di Indonesia yang memiliki alat musik gmelan, Bali pun memiliki alat musik gamelan. Namun gamelan Bali ini memiliki perbedaan dengan gamelan daerah lain salah satunya yaitu ritme yang dimainkan pada gamelan Bali berjenis ritme yang cepat.
Rindik
Rindik merupakan alat musik khas Bali yang terbuat dari bambu yang bernada selendro. Alat musik ini dimainkan oleh 2 sampai 4 orang, 2 orang menabuh rindik sisanya meniup seruling. Alat musik ini digunakan untuk pementasan tarian jogged bumbung dan untuk acara pernikahan.
Adat Kebudayaan Bali
Masyarakat Bali terdiri dari masyarakat yang beraga Hindu namun semua itu tidak berpengaruh terhadap masyarakat lain yang tinggal di Bali namun tidak memeluk agama Hindu. Berikut beberapa upacara yang biasa di lakukan oleh masyarakat bali :
Pernikahan
Untuk acara pernikahan ada beberapa upacara adat yang harus dilewati diantaranya :
Upacara ngekeb : Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan anugerah berupa keturunan yang baik
Mungkah Lawang (Buka Pintu) : Adat ini adalah adat mengetuk pintu pengantin wanita sebanyak tiga kali, sebagai bentuk bahwa pengantin pria telah datang untuk menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera dibukakan pintu
Madengen dengan : Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya. Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian
Mewidhi Widana : Acara ini merupakan acara penyempurnaan pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah dilakukan pada acara sebelumnya. Lalu keduanya menuju merajan yaitu tempat pemujaan untuk berdoa mohon izin dan restu Yang Kuasa.
Mejauman Ngabe Tipat Bantal : Setelah beberapa hari menikah, baru upacara ini dilaksanakan. Acara ini dilakukan untuk memohon pamit kepada kedua orang tua serta sanak keluarga pengantin wanita, terutama kepada para leluhur, bahwa mulai saat itu pengantin wanita telah sah menjadi bagian dalam keluarga besar suaminya
Upacara Potong gigi
Upacara potong gigi ini wajib dilakukan oleh laki-laki dan wanita yang beranjak dewasa yang di tandai datangnya menstruasi untuk wanita dan membesarnya suara untuk laki-laki. Potong gigi bukan berarti gigi dipotong hingga habis, melainkan hanya merapikan atau mengikir enam gigi pada rahang atas, yaitu empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan yang dipercaya untuk menghilangkan enam sifat buruk yang melekat pada diri seseorang, yaitu kama (hawa nafsu), loba (tamak), krodha (amarah), mada (mabuk), moha (bingung), dan matsarya (iri hati atau dengki).
Upacara Kematian
Masyarakat Bali selalu mengadakan upacara kematian di saat ada seseorang atau kerabat yang meninggal dunia. Upacara kematian ini dikenal dengan nama upacara ngaben. Upacara ini yaitu upacara pembakaran bagi orang yang sudah meninggal. Pada intinya upacara ini untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa selaku Dewa yang dipercaya oleh masyarakat atau umat hindu khususnya masyarakat hindu Bali
B.RUMUSAN MASALAH
1. Objek wisata apa sajakah yang ada di Pulau Bali?
2. Objek wisata mana sajakah yang dikunjungi selama berkunjung di pulau Bali?
3. Apa tujuan menyaksikan kebudayaan khas Pulau Bali.

C.TUJUAN PENELITIAN
A. Tujuan Khusus:       
                              Tujuan penulisan Laporan Karya Tulis ini adalah untuk melengkapi Salah satu tugas bahasa indonesia dan syarat untuk kenaikan kelas XII SMA NEGERI 2 WONOGIRI.

B. Tujuan Umum:
Penulis ingin memperkenalkan profile objek-objek wisata yang ada di pulau Bali kepada pembaca
Sebagai wawasan tambahan informasi serta menperbanyak pengetahuan
Sebagai perbandingan antara teori di kelas dan kenyataan di lapangan
Sebagai latihan untuk memperlancar sastra dan bahasa
Mengenal kebudayaan Nusantara
Menanamkan rasa Cinta Tanah Air
Untuk berlatih menyusun Karya Tulis secara Sistematis
C.PEMBATASAN MASALAH
Dalam penulisan karya tulis yang berjudul “KEINDAHAN DI PULAU BALI’’, penulis hanya membahas tentang objek objek yang telah dikunjungi selama study tour di Pulau Bali.

D.MANFAAT PENELITIAN
Sejalan dengan tujuan penulisan laporan karya tulis ini, maka ada beberapa manfaat dan kegunaan baik untuk penulis sendiri maupun untuk pihak lain. Diantaranya adalah:
1.  Manfaat teoritis
Hasil dari penulisan laporan karya ilmiah ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Ragam Kebudayaan Dan Objek Wisata yang ada di Indonesia khususnya di Bali.
2.Manfaat praktis
1. Siswa mengetahui objek wisata yang ada di Indonesia, khususnya di Pulau Bali
2. Menambah rasa cinta dan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia
3. Siswa lebih mengenal adat dan budaya bangsa Indonesia.
4. Menambah rasa untuk melestarikan budaya bangsa.
E.Sistematika penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penelitian
D.    Manfaat Penelitian
E.    Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
A.Kajian teori
1.      ..............................
2.      .............................
3.      ..............................
BAB III.METODE PENELITIAN
E.     WAKTU DAN PENELITIAN
F.      SUBJEK PENELITIAN
G.    INSTRUMEN PENELITIAN
H.    PROSEDUR PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
M.   .......
N.    .......
O.    .......
P.      .......
BAB V .PENUTUP
C.     KESIMPULAN
D.    SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
LANDASAN TEORI

Karya tulis ilmiah adalah sebuah karya tulis yang disajikan secara ilmiah dalam sebuah forum atau media ilmiah. Karakteristik keilmiahan  sebuah karya terdapat pada isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan.Isi karya ilmiah tentu bersifat keilmuan, yakni rasional, objektif, tidak memihak, dan berbicara apa adanya.Isi sebuah karya ilmiah harus fokus dan bersifat spesifik pada sebuah bidang  keilmuan secara mendalam. Kedalaman karya tentu sangat disesuaikan dengan kemampuan sang ilmuwan.  Bahasa yang digunakan juga harus bersifat baku, disesuaikan dengan sistem ejaan yang berlaku di Indonesia. Bahasa ilmiah tidak menggunakan bahasa pergaulan, tetapi harus menggunakan bahasa ilmu pengetahuan, mengandung hal-hal yang teknis sesuai dengan bidang keilmuannya.
Karya tulis  ilmiah harus menggunakan bahasa ilmiah, yakni bahasa resmi yang digunakan dalam bidang keilmuan. Bahasa keilmuan tentu bukan bahasa pergaulan sehari-hari atau bahasa populer yangdisajikan di berbagai media. Karena karya ilmiah terbatas pembaca dan medianya, maka bahasa yang digunakannya lebih terbatas pula, mungkin hanya dipahami oleh mereka yang memiliki bidang keilmuan yang sama.Secara umum, bahasa ilmiah adalah bahasa Indonesia yang baku (resmi) dan mengandung hal-hal teknis yang sesuai dengan bidang  keilmuannya. Bahasa yang demikian memiliki karakteristik-karakteristik berikut.
a) Kencedekiaan.
Bahasa karya ilmiah harus mengandung sebuah bidang keilmuan (cendekia) melalui pertanyaan yang tepat
b) Lugas dan jelas
Bahasa karya tulis ilmiah harus disajikan dalam bahasa yang memiliki makna yang jelas, tidak bertele-tele dan tidak bermakna ganda. Bahasa yang digunakan harus pasti dan memberikan kepastian kepada pembaca.
c) Formal dan objektif
 Bahasa karya tulis ilmiah  harus disajikan secara formal, baik dalam hal penggunaan kosakata, diksi, kalimat, dan sistem ejaaan yang digunakan. Objektif berarti menyajikan fakta dalam bahasa yang langsung dan tidak berpihak kepada siapapun.



d) Ringkas dan padat
Bahasa karya tulis  ilmiah harus disajikan secara tingkas, langsung pada sasaran yang dimaksud, dan padat secara isi. Dalam karya tulis ilmiah panjang uraian tidak menentukan baik-buruknya sebuah karya tulis. Oleh karena itu, bahasa yang disajikan harus bahasa yang ringkas dan padat.
e) Konsisten
Bahasa yang konsisten adalah bahasa yang stabil dan mapan dipakai penulis, terutama dalam hal istilah atau penggunaan diksi. Konsistensi isilah dan diksi penting dalam karya ilmiah.
Aspek bahasa yang juga harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah adalah terdapat berbagai kesalahan yang dilakukan, misalnya kesalahan penalaran atau logika yang tercermin dalam kalimat dan isi, kesalahan pemakaian dan penulisan kata (diksi), kesalahan dalam penyusunan kalimat dan kesalahan dalam p emakaian ejaan dan tanda baca. Kesalahan-kesalahan tersebut tentu harus dihindari mengingat akan berpengaruh terhadap isi karya itu dipahami para pembacanya. Kesalahan penalaran dan logika bisanya terjadi karena kurang sistematisnya atau kurang jelasnya informasi yang disampaikan dalam kalimat dan teks tersebut.














BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan di sejumlah tempat wisata yang ada di pulau bali seperti tanah lot,obyek nusa dua,tanjung benoa, pantai kuta,museum braja sandhi,pantai sanur,tari kecak,joger,bedugul,pusat oleh oleh krisna,cening ayu selain itu penulis juga menonton pertujukan yaitu tari kecak
 Penelitian ini berlangsung dari tanggal 25 februari 2016 sampai 27 februari 2016
B. Subjek Penelitian
Subjek yang diteliti dalam karya tulis ini adalah tempat tempat wisata yang ada di Pulau Bali
Seperti tanah lot,obyek nusa dua,tanjung benoa, pantai kuta,museum braja sandhi,pantai sanur,tari kecak,joger,bedugul,pusat oleh oleh krisna,dan di pusat oleh oleh cening ayu.
C. Instrumen Penelitian
  1. Teknik wawancara.
  2. Teknik observasi lingkungan.
D. Prosedur Penelitian
1.      Menentukan topik
2.      Mengumpulkan bahan
3.      Mencari subjek penelitian
4.      Merumuskan masalah
5.      Melaksanakan Kunjugan penelitian








BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.TANAH LOT
Tanah lot terletak di Kabupaten Tabanan. Tanah Lot merupakan salah satu alternatif untuk melihat matahari tenggelam/sunset selain di Pantai Kuta. Waktu terbaik berkunjung sebaiknya pada pukul 17.00 WITA. Tempat ini merupakan obyek wisata pantai yang mempunyai pura di tengah laut, terdapat ular suci yang menjaga tempat tersebut dan air suci yang berada di pura Tanah Lot.
Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot Nampak seperti pura yang terapung apabila gelombang pasang, tetapi bila gelombang surut maka orang dapat berjalan menuju pura itu. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Ular suci penjaga yang berada disekitar gua pura Tanah Lot tersebut sampai sekarang masih ada. Secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning.

B.Obyek Nusa dua
Tempat wisata di Bali yang satu ini sangat terkenal dengan kemewahannya dan sangat tertata dengan rapi.Kebersihan di tempat wisata ini sangatlah dijaga, bahkan pohon-pohon yang ada disini pun terpelihara dengan baik.Lokasinya berada di bagian tenggara dari pulau Bali yang paling ujung, dan berjarak kurang lebih sekitar 40 kilometer jika dari kota Denpasar
C.Tanjung Benoa
Tanjung Benoa ini berbatasan dengan Nusa Dua dan merupakan sebuah pusat dari kegiatan olahraga serta permainan air yang ada di Bali.Pantai Tanjung Benoa sangatlah tenang, dan sangat cocok untuk bermain berbagai macam jenis permainan air yang sangat seru.
Jenis permainan air yang bisa Anda nikmati disini yaitu seperti snorkel, sea walker, banana boat, parasailing, wakeboard, waterski, jetski, scuba diving, donut boat, flying fish, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Disini Anda juga bisa pergi untuk melihat penyu raksasa yang berada di pulau penyu dengan cara naik perahu dari Tanjung Benoa.
Pantai Tanjung Benoa berpasir putih, sangat terkenal sebagai water sport di Bali. Lokasinya berada di Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.
D.PANTAI KUTA
Sejak dahulu Pantai Kuta merupakan salah satu tempat wisata di Bali yang paling terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun asing, beberapa faktor lain karena lokasinya yang cukup dekat dari bandara, pantainya indah, biaya murah, dan ombak di Pantai Kuta ini cocok untuk para peselancar yang masih pemula.
Pantai Kuta terkenal akan keindahan sunset / matahari tenggelamnya yang menawan. Sebelumnya Pantai Kuta dahulu merupakan sebuah pelabuhan yang besar, menjadi pusat perdagangan di Bali.
Memiliki Pasir putih dan laut biru, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang sudah sangat lengkap, Pantai Kuta sekarang menjadi primadona wisata Bali.
Pantai yang menjadi tempat wisata di Bali paling terkenal ini katanya mempunyai pemandangan Sunset terbaik di dunia, pantai ini sudah jadi tempat wisata sejak tahun 70-an silam.
Banyak seklali wisatawan asal manca negara yang berwisata ke pantai ini. Lokasi Pantai Kuta berada di Kabupaten Badung, jaraknya sekitar 1,5 km jika dari Bandara Ngurah Rai dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit dan jika dari kota Denpasar, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit.


E.ISTANA KEPRESIDENAN TAMPAK SIRING
Istana Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya.
Namun, ia dapat juga tertangkap oleh para pengejarnya. Sebelumnya, ia dengan sisa kesaktiannya berhasil menciptakan mata air yang beracun yang menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun itu yang kemudian bernama "Tirta Empul" ("air suci"). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itu terkenal dengan nama Tampaksiring.
Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.
Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 m dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 m dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.         
           
F.MUSEUM BRAJA CANDI
Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang pesemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon. Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan
G.PANTAI SANUR
Pantai Sanur menjadi surga bagi para peselancar (Surfing) karena obak yang dimiliki pantai ini sangat cocok untuk berselancar, tidak heran jika para wisatawan asing sangat menyukai tempat wisata di Bali yang satu ini.
Lokasi pantai Sanur berada di arah sebelah timur kota Denpasar. Tidak jauh dari Pantai Sanur Anda dapat menemukan tempat wisata selam dan snorkeling.
Lokasi selam disini sangat cocok untuk para penyelam mulai dari semua tingkat keahlian. Jika pantai Kuta sangat terkenal dengan Sunsetnya yang indah, Pantai Sanur ini terkenal dengan Sunrise nya atau matahari terbitnya.


H.BEDUGUL
Lokasi Danau Beratan Bedugul terdapat di daerah pegunungan dengan dikelilingi oleh suasana alam yang sangat asri. Di Danau Beratan Bedugul terdapat sebuah pura yang bernama Pura Ulun Danu.
Pura Ulun Danu berada di pinggir Danau Beratan Bedugul dan menjadi salah satu daya tarik yang utama dari Danau Beratan Bedugul.
Disini para wisatawan juga bisa menikmati permainan air dengan menyewa perahu yang tersedia di Danau Beratan Bedugul.
Lokasi Bedugul terdapat di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Untuk dapat sampai ke Bedugul para wisatawan yang ingin berkunjung harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 6 km jika dari Bandara Ngurah Rai.
Dan apabila Anda menempuh perjalanan dari Kota Singaraja jaraknya sekitar 41 km melewati perjalanan darat
I .TARI KECAK
Tari Kecak
Tari kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik, dan tidak di iringi dengan alat musik/ gamelan apapun, tetapi di iringi dengan panduan sekitar 70 orang pria. Tarian ini berasal tari sakral ( Sang Hyang ). Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para Dewa atau leluhur yang sedang di sucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para Dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam tarian tersebut.
Secara singkat cerita tari Kecak sebagai berikut :
Karena akal jahat Dewi Kakayi ( ibu tiri ) Sri Rama , putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya di asingkan dari istana ayah andanya Sang Prabu Dasarata. Dengan di temani adik laki lakinya ( Laksamana ) serta istrinya ( Dewi Sinta ) yang setia, Sri Rama pergi ke hutan Dadanka. Pada saat mereka berada di hutan, mereka di ketahui oleh Prabu Dasamuka ( Rahwana ) seorang raja yang lalim, dan Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sita , ia lalu membuat upaya untuk menculik Sita, dan ia di bantu oleh patihnya Marica. Denga kesaktian raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian merekapun berhasil memisahkan Sita dan Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura. Denganmengdakan tipuan ini maka Rama dan Laksamana berusaha menolong Sita dari cekraman raja yang kejam itu, Atas bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang di pimpin oleh Meganada, oleh putranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.
Beberapa episode dari Epos itu di pergelarkan oleh :
Adegan I : Rama , Sita dan Kijang Emas
Rama, Sita dan Laksaman memasuku arean, lalu muncul kijas emas. Sita meminta Rama untuk menangkapnya, Rama meninggalkan Sita yang di jaga oleh Laksamana. Tiba tiba mendengar jeritan minta tolong.
Menurut Sita itu pasti Rama , lalu menyuruh Laksaman untuk membantunya . Pada saat itu Laksamana enggan untuk meninggalkan Sitam karean di ingat pesan kakanya untuk menjaga Sita, tetapi karena di  tuduh hendak mencari untung atas kematian Rama , Laksaman nail pitam dan pergi meninggalkan Sita seorang diri.
Adegan II : Sita , Rahwana, Bagawan dan Garuda
Rahwanamuncul mau menculik Sita ! namun tidak berhasil, tetapi dengan akal jahatnya Rahwana beruubah wujud menjadi Bahgawan ( orang tua )yang sedang kehausan dan meminta untuk mengambilkan air oleh Dewi Sita, setelah di bawaka air, lalu Sita di bawa lari oleh Bhagawan tersebut yang sebenarnya adalah Rahwana. Sita lalu menjerit minta tolong dan jeritan tersebut di dengar oleh Burung Garuda yang sedang terbang di angkasa, lalu Garuda menolong Sita , namun pertolongan tidak berhasil karena sayapnya putus di tebas oleh Rahwana , Sita pun di bawa kabur ke Alengka Pura oleh Rahwana.


Adegan III : Twalen , Rama, Truna Laksamana dan Hanoman
Dengan di temani abdinya Rama dan Laksamana yang sedang tersesat di hutan Ayodya Pura. Ingat dengan isrtinya yaitu Dewi Sita yang di bawa kabur oleh Rahwana ke Alengka Pura, Dengan bantuan Hanoman ( si kera putih ), Rama menyuruh Hanoman membaawa cincinnya ke Alengka Pura untuk di berikan Dewi Sita.
Adegan IV : Sita < Trijata dan Hanoman
Dengan di temani Trijata keponakan Rahwana, sita meratapi nasibnya di Taman Istana Alengka Hanoman ( si kera putih ) muncul, ia berkata bahwa ia adalah utusan Sang Rama dan iapun memperlihatkan  cincin Rama yang di bawanya. Sita lalu menyerahkan bunga untuk di serahkan kepada Rama denagan pesan bahwa agar Rama segera menyelamatkannya dan Hanomanpun langsung pergi menuju tetamanan Alengka  Pura , lalu mengobrak abrikmya sampai tak berbentuk, sehingga abdi Alengka Pura terkejut melihat keadaan yang sudah parah dan lansung menyuruh para Raksasa untuk mencari si pembuat onar tersebut, dan hanoman pun tertangkap lalu di ikat dan di bakar. Namun karena kesaktiannya Hanoma ( si kera putih ) akhirnya lolos dari maut
PUSAT OLEH OLEH YANG ADA DI PULAU BALI
J.PUSAT OLEH OLEH KRISNA
Jika yang lain terkenal karena keunikan dan harga murahnya, maka Krisna Bali bisa terkenal karena keduanya. Krisna Bali menempatkan dirinya sebagai pusat oleh – oleh terbesar di Bali dengan konsep toko oleh – oleh yang buka 24 jam.
Harapannya sih setiap orang yang ingin beli oleh – oleh ketika mau keluar dari bali bisa membelinya setiap saat. Entah siang, pagi ataupun malam, karena itu jika terpaksa harus terbang malam, beli oleh – olehnya pasti di Krisna.
Sampai sekarang ada beberapa cabang pusat oleh – oleh krisna ini, beberapa ada di denpasar. Tetapi cabang yang besar dan luas ada di dua tempat, yaitu di Jalan Sunset Road Kuta – Bali, dan Jalan Raya Tuban Kuta – Bali. Krisna yang berlokasi di Jalan Raya Tuban lebih dekat ke bandara, sekitar 5 menit perjalanan saja. Karena lokasinya yang paling strategis, cabang yang terletak di dekat bandara ini selalu rame oleh pengunjung lokal atau wisatawan mancanegara.
Seperti halnya Joger dan Pasar seni sukawati, pusat oleh – oleh Krisna bali juga  menjual berbagai macam pakaian dan kerajinan tangan. Kaos unik yang bermotifkan unik, menggambarkan kehidupan sehari – hari bali juga dijual disini. Harganya tidak terlalu mahal sih, masih berkisar 20 ribuan. Jadi untuk budget traveler pun belanja di Krisna Bali tidak akan terlalu menguras kantong.
Selain pakaian dan kerajinan tangan, Krisna Bali juga menjual berbagai macam oleh – oleh yang berupa makanan. Seperti salak bali, dodol kering, pie susu, macam-macam keripik, ceker garing dan bermacam kue kering. Uniknya, saya juga menemukan beberapa makanan yang bukan khas dari Bali di jual di Krisna. Yah, mungkin karena Bali sendiri merupakan pulau yang sudah terkenal di dunia internasional
K.JOGER
Joger adalah satu – satunya toko unik yang menjual kaos dengan kata – kata unik dan nyleneh di Pulau Bali. Singkatnya Jogger Bali adalah pabrik kata – kata unik satu satunya di pulau Bali.
Usut punya usut ternyata nama jogger ternyata diambil dari perpaduan nama sang pemilik dan sahabat karibnya, yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dan Mr.Gerhard Seeger. Dari gabungan keduanya kemudian disebutlah dengan nama Joger.
Ada orang yang bilang kalau Joger itu mahal, tapi sebenarnya ada beberapa tingkatan harga yang di jual di Joger. Ada barang dengan harga murah, sedang dan mahal. Tentunya tiap tingkatan harga akan sesuai dengan kualitas bahan dari barang yang dijual.
Menurut saya jogger memang tidak terlalu mahal, kecuali jika secara tidak sadar memborong semua barang unik yang dijual di Jogger. Yang namanya barang murah bisa jadi mahal juga, karena kebanyakan belinya



L. CENING AYU
Cening Ayu didirikan oleh Nyoman Tilem Sumandra pada tahun 2008, untuk lebih berkesan dan mempunyai ciri khas tersendiri anaknya yang bernama Manik membuat terobosan dengan cara melukis di media baju kaos yang bisa dipesan dan disaksikan langsung cara pengerjaannya. Adapau fasilitas yang terdapat di Cening Ayu ini antara lain: tempat makan yang berada di lantai 2, toilet serta area parkir yang cukup luas
Cening Ayu merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk yang selama ini menjadi ciri khas Bali. Berbagai oleh-oleh bisa pengunjung dapatkan mulai dari cemilan, baju kaos, batik, kerudung. Adapun yang menjadi keunikan dan pembeda Cening Ayu dengan tempat penjualan oleh-oleh Bali lainnya yakni disini barang-barang yang dijual lebih fokus kepada kaos lukis yang secara konvensional kaos-kaos itu dilukis.


           



           




           
BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
 Dari berbagai uraian yang telah dibahas yang terdiri dari beberapa bab, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Bali merupakan salah satu pulau Indonesia yang kaya akan aset dalam bidang  Kepariwisataan, seni dan budaya.
2.      Di Pulau Bali banyak orang yang mengakui sebagai tempat bersemayamnya para Dewa sesuai denagan kenyataan.
3.      Bali merupakan Pulau Seribu Pura yang sangat indah.
B. Saran
Penulis menyampaikan saran-saran bagi para pembaca yaitu:
1.      Jagalah keindahan dan kelestarian alam, seni dan budaya Bangsa Indonesia agar tetap awet.
2.      Kita sebagai penerus bangsa harus belajar dengan giat agar dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa.












DAFTAR PUSTAKA













LAMPIRAN
A.Tanah Lot
B.Obyek Nusa Dua
C.Tanjung Benoa
D.Pantai Kuta
E.Istana Kepresidenan Tampak Siring

F.Museum Braja Sandhi
G.Pantai Sanur
H.Bedugul
I.Pusat Oleh Oleh Krisna

J.Cening Ayu


K.Joger
 
Sekian artikel kali ini tentang contoh laporan karya tulis study tour ke Pulau Bali lengkap dengan kerangkanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Karya Tulis Berkunjung ke Pulau Bali Lengkap dan Terbaru 2017"

Post a Comment